Author: Ayu Prabasari Dharmajayanti, S.Psi.
Setiap anak memiliki cara unik dalam memahami dunia.
Ada yang aktif berbicara,
ada yang lebih gemar memperhatikan sekitar sebelum mulai ikut nimbrung bermain.
Ada yang menganggap angka sebagai sesuatu yang menyenangkan,
ada yang hidup dalam dunia kreativitas.
Sayangnya, tidak semua orang tua dapat melihat perbedaan anak. Masih banyak yang mengarahkan anak berdasarkan standar umum, bukan potensi personalnya. Di sinilah pentingnya memahami minat dan bakat sejak dini untuk memberi arah yang pas dengan potensi yang natural mereka miliki.
Konsep person–environment fit menjelaskan bahwa individu berkembang optimal ketika lingkungan sesuai dengan karakteristiknya (Eccles & Roeser, 2011). Asesmen psikologis, seperti tes minat dan bakat, dapat menjadi alat bantu sebagai peta awal. Perlu diingat, bahwa hasil asesmen tidak mentah-mentah menjadi indikator ya untuk menentukan ‘masa depan’ anak, hasil assessment ini perlu melalui program integrasi lanjutan yang mendukung minat dan bakat anak.
Hasil assessment membantu Orang tua dapat memahami:
– Kekuatan anak
– Gaya belajar
– Minat dominan
– Area yang perlu dukungan
Penelitian menunjukkan bahwa dukungan yang selaras dengan minat anak meningkatkan motivasi intrinsik dan kesejahteraan psikologis (Ryan & Deci, 2017).
Langkah praktis:
– Mengamati aktivitas yang membuat anak antusias
– Memberi ruang eksplorasi
– Menghindari perbandingan
– Mengajak anak berdiskusi tentang minatnya
Manfaatnya:
– Anak lebih percaya diri
– Belajar terasa lebih menyenangkan
– Mengurangi tekanan
– Membantu anak mengenal diri
– Memperkuat hubungan orang tua–anak
Tujuan dari assessment ini bukan membentuk anak, tetapi mendampingi mereka bertumbuh. Jika Anda ingin memahami lebih dalam potensi anak dan bagaimana mendukungnya secara optimal, Dian Selaras Psikologi dan Hipnoterapi memiliki ruang diskusi dengan pendekatan yang tepat dapat membantu Anda melihat gambaran yang lebih jelas.
Referensi:
Eccles, J. S., & Roeser, R. W. (2011). Schools as developmental contexts during adolescence. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 225–241. https://doi.org/10.1111/j.1532-7795.2010.00725.x
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2017). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. Guilford Press.
Keywords: tes minat dan bakat anak, potensi anak, psikologi anak, asesmen psikologi, parenting anak