Author: Ayu Prabasari Dharmajayanti, S.Psi.
Produktivitas sering diukur dari angka. Namun, di balik hasil yang optimal, dinamika antara pekerja seringkali luput dalam perhatian, Padahal tim yang kompeten belum tentu efektif jika koneksi di dalamnya tidak sehat. Edmondson (1999) menjelaskan bahwa individu dapat bekerja lebih optimal ketika merasa lingkungannya aman untuk ia berbicara dan berpendapat.
Tanpa itu, seseorang dalam Tim akan cenderung:
– Tidak percaya diri dalam mengungkapkan Ide
– Menghindari komunikasi
– Kurang kolaborasi
Team building bukan sekadar aktivitas, melainkan proses membangun kepercayaan.
Pendekatan yang bisa dilakukan:
– Sesi refleksi tim
– Pelatihan komunikasi
– Aktivitas kolaboratif
– Training needs analysis (Noe, 2020)
Manfaat:
– Meningkatkan kepercayaan
– Memperbaiki komunikasi
– Meningkatkan kolaborasi
– Mengurangi konflik
– Meningkatkan kepuasan kerja
Ketika individu merasa menjadi bagian dari tim, mereka bekerja dengan lebih bermakna.
Jika Anda ingin mengeksplorasi pendekatan yang sesuai untuk kebutuhan tim Anda, Dian Selaras siap membantu Anda dalam memahami dinamika tim secara lebih mendalam dan membantu Anda merancang langkah awal sampai pada eksekusi kegiatan yang berarti. Karena produktivitas Anda, adalah kebahagian kami.
Salam Pikiran…Hati…SUKSES!
Referensi:
Edmondson, A. (1999). Psychological safety and learning behavior in work teams. Administrative Science Quarterly, 44(2), 350–383. https://doi.org/10.2307/2666999
Noe, R. A. (2020). Employee training and development (8th ed.). McGraw-Hill Education.
Keywords: team building perusahaan, komunikasi tim, psychological safety, produktivitas kerja